Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Satgas Citarum Harum Pasang CCTV Cegah Pembuangan Sampah Liar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Sabtu, 28 Maret 2026, 04:22 WIB
Satgas Citarum Harum Pasang CCTV Cegah Pembuangan Sampah Liar
Aksi sosial pembersihan sampah ilegal di sepanjang Jalan Kolonel Masturi, Bandung Barat. (Foto: RMOLJabar/Alvin)
rmol news logo Aktivitas pembuangan sampah liar di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi sorotan. 

Untuk menekan praktik tersebut, Satgas Citarum Harum berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah ilegal, khususnya di sepanjang Jalan Kolonel Masturi.

Langkah pengawasan itu disiapkan setelah petugas menemukan indikasi masih maraknya oknum warga yang sengaja membuang sampah rumah tangga di kawasan tersebut. 

Selain memasang CCTV, Satgas juga menyiapkan sanksi sosial bagi pelaku yang tertangkap melakukan pelanggaran.

Baops Satgas Citarum Harum Sektor 8, Peltu Iwan Setiawan menyatakan, tindakan tegas perlu dilakukan agar menimbulkan efek jera bagi pelaku.

"Sanksi ini sebagai efek jera. Kita ingin masyarakat sadar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ujar Iwan dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Jumat malam, 27 Maret 2026.

Lanjut dia, pelaku yang kedapatan membuang sampah sembarangan nantinya akan dikenai sanksi sosial berupa kewajiban mengenakan rompi oranye dan membersihkan langsung lokasi yang mereka kotori.

"Rencana pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pembersihan sampah yang digelar pascalibur Lebaran di wilayah Lembang," ungkapnya.

Adapun Kegiatan itu melibatkan sekitar 60 personel gabungan yang terdiri dari Satgas Citarum Harum, aparat kecamatan, anggota Koramil Lembang, perangkat desa, komunitas lingkungan, hingga warga setempat.

Dari kegiatan tersebut, ia menuturkan, petugas berhasil mengangkut sampah dalam jumlah cukup besar hingga hampir memenuhi satu truk. Sebagian besar sampah yang ditemukan berupa limbah rumah tangga.

"Kegiatan bersih-bersih pascalibur Lebaran ini berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah besar hingga hampir satu truk. Kebanyakan sampah rumah tangga," jelasnya.

Petugas menduga pembuangan sampah dilakukan secara sengaja pada malam hari hingga menjelang subuh untuk menghindari perhatian warga sekitar. 

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya karung-karung besar berisi sampah yang dinilai sulit diangkut menggunakan kendaraan kecil.

"Diduga ada warga yang menggunakan mobil untuk membuang sampah tersebut pada malam hingga dini hari. Bahkan sebelumnya ditemukan hingga 10 karung, namun dua di antaranya sudah hanyut karena dibuang ke sungai," jelasnya lagi.

Diterangkan Iwan, praktik pembuangan sampah liar di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi lingkungan, terutama karena lokasinya berada di sekitar aliran Sungai Cikapundung yang bermuara ke Sungai Citarum.

Jika dibiarkan, tumpukan sampah berisiko menyebabkan penyumbatan aliran air dari wilayah hulu hingga ke hilir sungai.

"Area jembatan sering dijadikan lokasi pembuangan sampah ilegal. Selain itu, kawasan sekitar Alam Sejuk juga menjadi titik rawan karena sering ditemukan kantong plastik yang sengaja ditinggalkan di pinggir jalan," tuturnya.

Melalui pemasangan CCTV dan penerapan sanksi sosial, Satgas berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dapat meningkat.

"Dan tentunya sekaligus menekan praktik pembuangan sampah ilegal di kawasan Lembang," tandasnya. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA