Tradisi kirab kerbau yang sempat vakum beberapa tahun terakhir itu kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dengan menghadirkan inovasi baru berupa kirab kerbau bule. Prosesi ini langsung menjadi magnet utama perayaan Syawalan tahun ini.
Diberitakan
Kantor Berita RMOLJateng, seekor kerbau bule berwarna putih dengan bobot sekitar 800 kilogram dan berusia empat tahun diarak dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa Jepara. Jarak kirab mencapai lebih dari satu kilometer.
Kirab tersebut diikuti langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar, serta Sekretaris Daerah Ary Bachtiar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sepanjang rute kirab, warga tampak memadati jalan untuk menyaksikan prosesi yang sudah lama tidak digelar tersebut. Aparat gabungan dari TNI dan Polri turut dikerahkan untuk mengamankan jalannya kegiatan.
Saat rombongan melintas di kawasan Jembatan Cinta, iring-iringan peserta kirab tampak mengular panjang. Kerbau bule yang menjadi pusat perhatian masyarakat berjalan di barisan depan, diikuti rombongan pejabat daerah dan warga.
Antusiasme masyarakat juga berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka lapak di sepanjang jalur kirab.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, kirab kerbau bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari tradisi masyarakat pesisir yang sarat nilai budaya.
“Kirab ini sarat makna dan menjadi identitas budaya masyarakat pesisir Jepara. Kehadiran kerbau bule melambangkan semangat baru dalam melestarikan tradisi,” kata Witiarso.
Ia menambahkan, kirab kerbau juga menjadi simbol keterbukaan kepada masyarakat dalam rangkaian tradisi Lomban, khususnya menjelang prosesi pelarungan yang menjadi bagian penting dalam perayaan Syawalan.
Tradisi kirab kerbau terakhir kali digelar pada 2019 sebelum akhirnya kembali dihidupkan pada tahun ini. Pemkab Jepara berharap kebangkitan kembali tradisi tersebut dapat memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong sektor pariwisata.
Ke depan, Pemkab Jepara juga berencana menata pelaksanaan kirab agar lebih terkonsep sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pesta Lomban sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Jepara sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil laut sekaligus doa bersama untuk keselamatan para nelayan.
BERITA TERKAIT: