Langkah ini dilakukan melalui pengoperasian posko siaga terintegrasi, penguatan logistik, serta koordinasi operasional guna mengantisipasi lonjakan aktivitas digital masyarakat.
Telkom Akses mengoperasikan 4 posko area, 15 posko regional, dan 61 posko branch di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga menyiagakan warehouse di setiap wilayah untuk memastikan ketersediaan material dan perangkat kerja.
Secara keseluruhan, sebanyak 20.936 personel teknis diterjunkan, yang terdiri dari teknisi jaringan, provisioning, external business, hingga wilayah khusus.
Direktur Operation Telkom Akses Ambari menegaskan kesiapan RAFI tidak hanya ditentukan jumlah personel, tetapi juga kedisiplinan operasional.
“Seluruh tim harus menjaga disiplin, mulai dari kesiapan kerja hingga kualitas layanan sesuai standar,” ujarnya.
Telkom Akses juga mengoperasikan Posko Nasional di Graha Telkom Akses, Jakarta Barat, sebagai pusat kendali untuk memantau jaringan secara real time dan mempercepat penanganan gangguan.
Ambari menekankan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas pihak agar setiap gangguan dapat ditangani secara efektif.
Dengan kesiapan tersebut, Telkom Akses memastikan layanan telekomunikasi tetap andal sehingga masyarakat dapat berkomunikasi dengan lancar selama momen Ramadan dan Idulfitri.
BERITA TERKAIT: