Praktisi kesehatan, dr Ngabila Salama mengatakan, tantangan dalam program ini adalah memastikan kecukupan kalori dan gizi dalam menu seharga Rp10.000.
Menu tersebut harus mengikuti pedoman "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan yang terdiri dari sayur dan buah, serta lauk tinggi protein hewani dan karbohidrat.
"Karena anak masih butuh hormon untuk tumbuh kembang, tentunya protein hewani sangat dibutuhkan," katanya kepada
RMOL, Kamis 9 Januari 2025.
Ngabila juga menyoroti bahwa susu, meskipun bermanfaat, kini bukan lagi bagian dari konsep 4 Sehat 5 Sempurna.
Banyak masyarakat Indonesia yang alergi protein susu sapi, sehingga lebih baik meningkatkan komposisi protein hewani dari sumber alami.
"Dengan Rp 10 ribu masih memungkinkan untuk bisa mewujudkan isi piringku: nasi, sayur, buah, protein nabati, protein hewani," kata Ngabila.
Selain pemenuhan gizi, Ngabila menekankan pentingnya memastikan standar kebersihan makanan. Penyedia makanan harus memiliki sertifikat higiene dari puskesmas setempat untuk mencegah infeksi atau keracunan makanan massal.
Penggunaan alat makan yang dapat digunakan kembali juga lebih disarankan dibanding kemasan plastik atau kertas, sehingga anggaran dapat dialokasikan untuk peningkatan kualitas lauk protein hewani.
"Program baik, masif, luas ini perlu didukung penuh," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: