Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, pencapaian trip di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali ini menjadi yang tertinggi di antara 12 lintasan penyeberangan secara nasional, dan sekaligus mencerminkan komitmen ASDP dalam memberikan layanan prima.
"Rata-rata jumlah trip harian di Pelabuhan Ketapang mencapai 239 trip dengan dukungan 30 kapal feri yang beroperasi per 24 jam," ujar Shelvy dikutip
Kantor Berita RMOLJatim, Senin, 30 Desember 2024.
Menurut Shelvy, pencapaian trip kapal feri di Pelabuhan Ketapang ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan jumlah trip di Pelabuhan Merak (Banten) yang dikenal sebagai pelabuhan tersibuk ASDP, dengan mencapai 839 trip.
"Ini menjadi bukti kesiapan ASDP dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat pada momentum libur Nataru 2024/2025," jelasnya.
Sementara Posko Pelabuhan Gilimanuk (Bali) mencatat 1.866 trip dengan rata-rata 233 trip per hari selama periode yang sama.
Tingginya intensitas layanan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, lanjut Shelvy, menjadi perhatian utama mengingat tingginya potensi gelombang hingga dua meter atau lebih di perairan sekitar Bali dan Nusa Tenggara.
"Kami mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy untuk menghindari antrean di pelabuhan, terutama menjelang puncak arus kedua jelang libur akhir tahun pada 28-30 Desember 2024," pungkas Shelvy.
BERITA TERKAIT: