Sekretaris PHRI Lampung, Friandi Indrawan mengatakan, okupansi hotel pada momen Nataru tahun ini tercatat 81 persen dari 4.256 kamar.
“Secara persentase terjadi penurunan sekitar 5,7 persen dibandingkan Nataru tahun lalu,” ujar Friandi dikutip dari
RMOLLampung, Senin 5 Januari 2026.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab turunnya tingkat hunian hotel di Lampung. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat selama masa liburan.
“Cuaca yang kurang baik cukup memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung,” kata Friandi.
Selain faktor cuaca, isu peringatan megathrust juga dinilai memberi dampak signifikan terhadap psikologis wisatawan.
Ia menambahkan, faktor lain yang tak kalah penting adalah kejenuhan destinasi. Menurutnya, sebagian wisatawan mulai merasa bosan karena pilihan destinasi wisata di Lampung dinilai belum banyak berkembang.
“Banyak wisatawan yang merasa bosan dengan destinasi di Lampung,” pungkas Friandi.
BERITA TERKAIT: