"Hal itu demi menyahuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng," kata Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Aiyub Bukhari, dalam keterangannya yang diterima
Kantor Berita RMOLAceh
Aiyub mengakui pihaknya sudah mengecek beberapa distributor minyak goreng. Memang benar bahwa minyak goreng kekurangan stok. Hal itu mengakibatkan kelangkaan di pasaran.
DPR Kota Banda Aceh, lanjut Ayub, meminta pedagang grosir agar jangan melakukan spekulasi harga di luar subsidi pemerintah. Terutama ketika masyarakat akan menyambut bulan suci Ramadan.
"Bulan Ramadhan, kebutuhan minyak goreng juga meningkat," kata dia.
""Maka, perlu ada solusi segera dari pemerintah, baik di kabupaten atau kota, provinsi, maupun pusat," tegas Ayub.
BERITA TERKAIT: