Ketua Yayasan Global CEO Indonesia, Trisya Suherman mengatakan bahwa pihaknya kini tengah fokus membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ini, Jumat (10/4).
Aksi yang dilakukan merupakan solidaritas serta peran aktif dalam membantu pemerintah bersama seluruh eksponen bangsa dalam upaya memerangi penyebaran pandemik Covid-19.
“Kami melakukan beberapa kegiatan, salah satunya membuat 33 unit bilik disinfektan di 17 titik keluar masuk ibukota seperti stasiun kereta, terminal bus, pasar dan lain sebagainya, yang tersebar di daerah penyangga,†tegasnya kepada wartawan.
Trisya Suherman menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dalam penentuan titik pembuatan bilik-bilik disinfektan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
Bilik-bilik disinfektan difungsikan sebagai salah satu garda terdepan sterilisasi barang-barang atau logistik yang dibawa oleh masyarakat termasuk para pelaku UMKM saat keluar-masuk Jakarta.
Dia meminta masyarakat tidak perlu takut saat barang bawaannya di-
screening melalui bilik tersebut. Ini lantaran bahan disinfektan yang digunakan pada chamber atau bilik adalah
ecogreen sterilization yang masuk kategori
foodgrade.
“Artinya karena aman untuk manusia, khususnya bagi pernafasan atau kontak langsung dengan kulit, hewan peliharaan dan makanan yang tidak sengaja terkena butiran disinfektan tersebut,†tegasnya.
Tidak cukup sampai di situ. Yayasan Global CEO Indonesia juga tengah menyiapkan pembagian sembako, masker, dan hand sanitizer kepada masyarakat kurang mampu.
“Akan segera dilaksanakan berkat dukungan dan jiwa sosial peduli sesama serta partisipasi oleh seluruh pelaku UMKM, pengusaha, hingga CEO yang menjadi anggota Yayasan Global CEO Indonesia,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: