5.000 Durian Siap Untuk Satusfest Trenggalek, Sayangnya Harus Ditunda Gara-gara Virus Corona

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 17 Maret 2020, 10:06 WIB
5.000 Durian Siap Untuk Satusfest Trenggalek, Sayangnya Harus Ditunda Gara-gara Virus Corona
Trenggalek/Net
rmol news logo Pemerintah Kabupaten Trenggalek menunda sejumlah agenda penting menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo dan Surat Edaran Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengenai upaya pencegahan virus corona jenis baru (Covid-19).

Agenda yang terpaksa ditunda adalah rangkaian kegiatan Satusfest Trenggalek 2020, seperti Cavekustik di objek wisata Goa Lowo dan Durio Forest Run yang sedianya digelar dalam kurun dua pekan ke depan.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan penundaan dan penjadwalan ulang kegiatan tersebut akan diputuskan setelah pihaknya menggelar rapat terbatas.

"Jadi demi mengantisipasi penyebaran COVID-19, kami rela menunda beberapa kegiatan penting di bulan Maret ini," kata Nur Arifin dalam konferensi pers-nya, Senin (16/3).

Meskipun sebenarnya agenda tersebut telah dipersiapkan dengan sangat matang dan mengundang beberapa publik figur seperti Giring Nidji.  

"Padahal persiapan untuk kegiatan tersebut terbilang cukup matang dan Giring Nidji dipersiapkan untuk menghibur pengunjung Cavekustik, konser akustik di dalam goa yang diklaim pertama kalinya di Tanah Air ini," jelas Nur Arifin.

Sekitar 5000 durian pun telah disiapkan untuk memeriahkan acara kontes durian, Durio Forest Run, di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo. Acara sedekah durian itu pun terpaksa dibatalkan.

Saat ini, Trenggalek, sebagai kawasan hutan durian terbesar di Asia Tenggara, sedang musim panen.

Nur Arifin mengimbau kepada masyarakat untuk ikut bekerja sama mencegah penyebaran virus corona.

Di sektor pariwisata, katanya, Pemkab Trenggalek akan menutup sementara semua tempat wisata dan tempat hiburan yang dikelola oleh pemerintah untuk 14 hari ke depan.

Sementara untuk tempat wisata atau hotel yang dikelola oleh swasta diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan. Bila tidak memenuhi standar tersebut pemerintah menegaskan tidak segan untuk menutup usaha itu. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA