Realisasikan Pabrik Biofuel di Muba, Kemenristek Siapkan BUMN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yelas-kaparino-1'>YELAS KAPARINO</a>
LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Rabu, 05 Februari 2020, 07:28 WIB
Realisasikan Pabrik Biofuel di Muba, Kemenristek Siapkan BUMN
Bupati Muba Dodi Reza/RMOL
rmol news logo Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menyiapkan dua pola demi merealisasikan pembangunan pabrik bahan bakar nabati (BBN) atau Biofuel di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pemerintah akan membawa investor dan menggandeng BUMN.

Rencana itu mengemuka dalam pertemuan Bupati Muba Dr H Dodi Reza dengan Menristek RI Prof Bambang Permadi Brodjonegoro di Ruang Rapat Lantai 24 Gedung BPPT II, Jakarta Pusat, Senin (3/2).

Pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (BBN) di Muba diinisiasi Bupati Muba Dodi Reza. Dalam pertemuan itu, Dodi membeberkan kesiapan Muba untuk Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Pembangunan Industri Katalis Nasional dan Bahan Bakar Nabati (BBN).

Menristek mengatakan, penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar akan memberikan banyak manfaat. Pertama, menekan impor minyak Kedua menjaga harga komoditas sawit karena terserap pasar dalam negeri.

"Ini terobosan luar biasa," kata Bambang.
 
Sebagai pengganti bahan bakar fosil (BBM), lanjut dia, perlu proses yang cukup panjang. Apalagi BBN nantinya akan digunakan di dunia industri dan otomotif yang butuh standar dan teknologi.

"Kami akan undang semua stakeholder termasuk Bupati Muba supaya masing-masing bisa berkontribusi, bekerja sesuai bidang spesialisnya. Tujuannya agar perjalanan tidak panjang dan tidak rumit," terangnya.

Dikatakan Bambang, secara ekonomi industri biofuel ini sangat luar biasa. Karena, kata dia, dari program replanting yang berjalan di Muba sekarang sudah berefek adanya peningkatan ekonomi dan membuka lapangan di dunia kerja.

"Inovasi ini wajib kita arahkan semua kebutuhan bahan bakar dipenuhi dari katalis ini. Kebun rakyat akan hidup, harga TBS sawit akan meningkat, sehingga masyarakat secara keseluruhan sejahtera," imbuhnya.

Untuk tujuan besar ini, Bambang menjanjikan dua pola pembiayaan yang ditawarkan.

"Jadi kita berkoordinasi dengan Menteri BUMN untuk menugaskan BUMN atau investor yang bergerak di bidang pengolahan bahan baku (kelapa sawit) di Muba," terangnya.

Sementara Bupati Muba mengatakan, makin optimis pabrik BBN di kabupatennya bakal terealisasi.

"Dalam upaya pembangunan pabrik IPO dan CPO Muba menggandeng ITB. Alhamdulillah sudah selesai tahap kelayakan. Insya Allah tahun 2021 sudah mulai berjalan," bebernya.

Ketua KADIN Sumsel ini menambahkan, Muba telah melakukan program peremajaan perkebunan sawit berkelanjutan (sustainable) kebun rakyat. Luasannya mencapai puluhan ribu hektar.

"Realisasi BBN ini kelanjutan program peremajaan perkebunan sawit milik rakyat," ungkapnya.

Dikatakan Dodi, keberadaan BBN dapat mengurangi ketergantungan atas bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

"Ini selaras kebijakan dan keinginan Presiden Joko Widodo. Klop dengan cita-cita kami warga Muba yang mayoritas petani sawit," jelasnya.

Bupati Muba itu menambahkan, pihaknya melibatkan para pihak pemangku kepentingan agar dapat gotong-royong mewujudkan pendirian pabrik BBN tersebut.

"Prinsipnya pabrik ini harus terealisasi. Pola pendanaannya dilakukan dengan pola bersama-sama, gotong royong dengan para pihak," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA