Terkait kepulangan WNI, Kementerian Luar Negeri menghadiri rapat terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Ratas membahas beberapa hal terkait WNI yang akan diobservasi.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menyampaikan beberapa poin yang dibahas, antara lain , seluruh WNI yang baru tiba akan melalui masa Observasi di Lanud Raden Sadjad selama 14 hari.
“Mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari. Masa observasi ini juga akan dilakukan oleh 42 tim penjemput WNI dari Wuhan, sehingga total orang yang akan menjalankan observasi adalah 285. Sampai saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat,†jelas Retno, seperti dalam keterangan resmi Setpres, Minggu (2/2)
Retno juga menyampaikan Menteri Kesehatan bersama dengan tim akan membuka kantor di Natuna. Hal ini agar kementerian Kesehatan bisa memberikan informasi terkini dan perkembangannya.
“Juru bicara dari Menteri Kesehatan dari waktu ke waktu akan menyampaikan update perkembangan,†ujar Retno.
Hasil rapat juga menyebut penerbangan langsung dari dan ke daratan RRT ditunda untuk sementara mulai hari Rabu, 5 Februari 2020, pukul 00.00 WIB.
Semua pendatang yang tiba dari daratan RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.
Kemudian, lanjut Retno, kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di daratan RRT untuk sementara dihentikan.
“Terakhir, pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China,†ujar Retno.
BERITA TERKAIT: