Pantauan
Kantor Berita Politik RMOL, petugas gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI-Polri serta relawan masih terus berupaya mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Puluhan warga melaporkan kepada petugas dan mendata anggota keluarganya yang masih terjebak.
Proses evakuasi ini sulit dilakukan lantaran kondisi sudah gelap karena listrik sudah mati serta derasnya arus air banjir. Sehingga, perahu karet yang tersedia tidak dapat digunakan lantaran tak sanggup menerjang.
Hanya beberapa perahu yang memiliki tenaga mesin yang dapat digunakan untuk mengevakuasi warga.
Salah satu relawan, Joni Rusdaya mengaku terdapat beberapa kendala serta kurangnya perahu karet. Selain itu, logistik pun juga kekurangan untuk warga yang terdampak banjir.
"Iya kami kekurangan perahu karet. Untuk orangnya banyak. Logistik juga kekurangan," ucap Joni kepada
Kantor Berita Politik RMOL.
Sedangkan salah satu warga bernama Rusli berharap, petugas segera mengevakuasi warga yang terjebak sejak siang dan dikabarkan kelaparan.
"Iya tadi ayah saya nge-Whatsapp, katanya sudah pada kelaparan yang terjebak," kata Rusli yang khawatir ayahnya belum dievakuasi.
BERITA TERKAIT: