Koordinator aksi lapangan, Randy menilai LSM itu kerap menuding pemerintah melakukan kebohongan data pangan dan kebijakan yang tidak membangkitkan sektor pertanian itu sendiri.
Di Mabes Polri, mereka mendesak agar Mabes Polri membatalkan Rembug Petani-Peternak Indonesia yang akan diadakan oleh Pataka dan organisasi lainnya di TMII pada 21 Maret nanti.
“Karena berindikasi menyebar fitnah dan adu domba serta mempolitisasi petani,†kata Randy kepada wartawan, Selasa (19/3).
Selain itu, aliansi petani dan kemahasiswaan ini juga meminta agar polisi mengusut keterkaitan mafia pangan yang terlibat dalam rembug tersebut..
“Kami juga meminta usut tuntas LSM ilegal penyebar hoax yang tergabung dalam rembug itu,†jelas Randi.
Aliansi Petani ini terdiri dari berbagai simpul organisasi tani, seperti MAPPAN Indonesia (Masyarakat Pemerhati Pangan Indonesia), Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Petani dan Peternak Indonesia (MP3I), Forum Peternak Rakyat Bogor-Depok, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), PAM NU (Petani Muda NUsantara), dan Serikat Pejuang Tani Indramayu Barat (SPTIB).
BERITA TERKAIT: