Penggunaan smartphone atau telepon pintar ini pertama kali digunakan dalam USBN.
Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati menyambut positif pelaksanaan USBN BKS tingkat SMA/SMK di Provinsi Jatim yang telah memanfaatkan fasilitas tekhnologi smartphone dalam pelaksnaan USBN BKS.
"Ini bisa menjadi role model bagi daerah lainnya," ujar Reni dalam keterangannya.
Menurut Reni, sudah saatnya sektor pendidikan memanfaatkan kemajuan informasi tekhnologi untuk kemudahan, kecepatan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Hanya saja, politisi PPP ini mengingatkan penggunaan layanan digital harus tetap dipastikan keamanan data.
"Keamanan data harus dipastikan tidak bocor," tegas Reni.
Reni menambahkan, penyelenggaraan USBN BKS tetap perlu dievaluasi untuk melihat kekurangan dan kelemahannya di lapangan.
"Tetap perlu ada evaluasi yang bertujuan pelaksanaan di waktu-waktu mendatang agar lebih sempurna," kata Reni.
Ia berharap pelaksanaan USBN BKS di Jatim dapat melahirkan menjadi mekanisme yang baik dalam penentuan kelulusan SMA, SMK dan Madrasah Aliyah.
Penyelenggaraan USBN BKS di Jatim telah dimulai kemarin (Senin, 4/3) dan berakhir pada Kamis (7/3) mendatang.
BERITA TERKAIT: