Deklarasi ini bersamaan pembukaan Seminar Nasional Tol Laut "Melanjutkan Konektivitas, Membuka Jalur Logistik dan Menekan Disparitas Harga".
Deklarasi ini ditandatangani Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita; dan Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya L Tobing juga perwakilan Panitia HPN 2019, Iswara Darwayana
Moderator acara, Muhammad Ihsan menyebutkan, ada enam poin deklarasi Doro Longga yang secara umum berisi komitmen untuk menguatkan pengembangan tol laut di Indonesia.
"Segera melakukan digitalisasi sistem dan proses pengangkutan laut sehingga lebih efektif, efisien dan transparan," lantang Ihsan memimpin pembacaan deklarasi Doro Londa diikuti para peserta yang hadir.
Selanjutnya,perlu adanya peningkatan sosialisasi keberadaan program tol laut dengan metode yang lebih kreatif dan inovatif kepada seluruh pemangku kepentingan terutama di daerah-daerah jalur tol laut.
Ketiga, merasa perlu memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas pelayanan jasa pelabuhan dan pengurangan tarif bongkar muat kargo di pelabuhan.
Keempat, mengharapkan untuk dilakukan pemetaan ulang dan lanjutan dari konsep tol laut ke depan dengan melibatkan semua pihak termasuk pihak swasta dan pemerintah daerah yang dilalui tol laut.
Kelima, meminta agar pelaksanaan sistem tol laut memperhatikan dan mengikutsertakan pelayaran rakyat yang sudah ada lebih dulu. Sehingga mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari simpul tol laut.
"Mengharapkan konsistensi dan keberlajutan dengan pengembangan transportasi laut di Indonesia sehingga memberikan kepastian usaha di sektor angkutan ini," kata Ihsan mengakhiri.
[wid]
BERITA TERKAIT: