Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho merincikan sebanyak 10 orang meninggal, 3 orang hilang, 51 rumah rusak di Janeponto.
Sementara itu di Maros akibat banjir sedikitnya sebanyak 4 orang meninggal dunia. 1.200 orang terdampak, 251 orang mengungsi, 552 unit rumah terendam, 8.349 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan.
"Gowa (banjir dan longsor): 44 orang meninggal, 21 orang hilang, 46 luka, 2.121 mengungsi, 10 rumah rusak (5 rusak berat, 5 tertimbun), dan 1 jembatan rusak," urai Sutopo melalui keterangan tertulis yang diterima
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/1).
Lanjut, Sutopo di Kota Makasar sebanyak 2.942 orang terdampak akibat banjir, 1.000 orang mengungsi, 477 rumah terendam, dan di wilayah Soppeng menyebabkan 1.672 ha sawah terendam.
Selain itu di wilayah Wajo sebanyak 2.454 orang terdampak akibat banjir, 2.010 rumah terendam, 16,2 Km Jalan, 1.855 Ha sawah, 9 jembatan, 10 fasilitas peribadatan, 20 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas pemerintah.
Di wilayah Barru, lanjut Sutopo, sebanyak 2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan rusak akibar banjir.
"Di wilayah Pangkep 1 orang meninggal, 1 orang hilang, 28 rumah 1 rusak berat, 12 rusak ringan, 15 terendam, 1 fasilitas peribadatan, 1 fasilitas sekolah rusak. Dan di Sindrap akibat puting beliung menyebabkan 1 unit rumah rusak sedang," papar Sutopo.
Adapun di Bantaeng, akibat puting beliung 1 unit rumah rusak sedang. Di Takalar banjir menyebabkan 1.195 Rumah terendam. Di Sinjai 2 rumah rusak akibat puting beliung dan di Selayar akibat banjir 1 orang meninggal, serta 109 mengungsi.
"Banjir sudah surut di beberapa wilayah. Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. BPBD bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, Kemenkes, Kementerian PU Pera, SKPD, NGO, relawan dan berbagai unsur lainnya terus membantu penanganan darurat," kata Sutopo.
[hta]
BERITA TERKAIT: