Obor disiapkan sebagai tanda kekecewaan atas sikap PT Pertamina dan PT Patra Niaga yang tidak hadir dalam rapat bersama di PT Garda Utama Nasional (GUN), di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis pagi (24/1).
Saat rapat, Pihak Pertamina dan Patra Niaga hanya mewakilkan PT GUN. Padahal rapat itu turut dihadiri perwakilan dari pihak Suku Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sekretariat Negara dan AMT.
PT GUN sebagai perusahaan vendor (perusahaan outsourcing/penyedia jasa tenaga kerja) angkutan bagi bahan bakar minyak (BBM) Patra Niaga anak perusahaan Pertamina.
Obor sempat dinyalakan dan sempat menggelar aksi di depan gerbang Depo Plumpang. Namun kini obor dimatikan lantaran ada pertemuan yang difasilitasi Kantor Staf Presiden (KSP) dengan semua pihak terkait di kantor KSP, Jakarta Pusat.
Ribuan massa AMT saat ini sedang ada di posko aksi di Plumpang, Jakarta Utara. Posko ini hanya berjarak kurang dari 200 meter.
Berdasarkan pantauan
Kantor Berita Politik RMOL, ada sebelas karung beras berisi obor.
“Ada beberapa lagi masih disimpan,†kata salah satu perwakilan SP-AMT, Daryono di Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara.
Dia juga menerangkan bahwa ada 450 orang yang siap menggelar aksi obor tersebut.
Ratusan orang itu merupakan para awak mobil tangki Pertamina. Mayoritas mereka mengenakan seragam dinas warna biru muda dengan sedikir corak batik.
[ian]
BERITA TERKAIT: