Akibatnya, wisatawan di Pantai Carita hingga Tanjung Lesung tidak mendapatkan peringatan dini saat gelombang tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menerjang Sabtu lalu (22/12).
"Sehingga proses yang terjadi tiba-tiba tidak ada evakuasi. Masyarakat tidak ada kesempatan untuk evakuasi," kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Selasa (25/12).
Menurutnya, hal itu berbeda dengan tsunami yang disebabkan gempa bumi atau aktifitas tektonik. Di mana, alat peringatan dini yang disebut Indonesia tsunami early warning system telah dimiliki melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Dengan alat tersebut, begitu terjadi gempa, kurang dari waktu lima menit BMKG dapat menyampaikan informasi kepada publik peringatan dini tsunami.
"Langsung terkoneksi dengan berbagai pihak, seperti media, kementerian/lembaga, pemerintah daerah yang langsung perintahi evakuasi," jelas Sutopo.
[wah]
BERITA TERKAIT: