Tinggi Tsunami Selat Sunda Pengaruhi Proses Evakuasi Korban

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 25 Desember 2018, 17:08 WIB
Tinggi Tsunami Selat Sunda Pengaruhi Proses Evakuasi Korban
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho/RMOL
rmol news logo Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum dapat memastikan tinggi gelombang tsunami yang menghantam Provinsi Banten dan Lampung Selatan.

"Ada yang mengatakan 2 meter, ada juga yang mengatakan di Pantai Sumur, Tanjung Lesung, kemudian Cigeulis tinggi tsunami lebih dari 5 meter," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (25/12).

Saat ini, kata Sutopo, tim BNPB juga kerahkan untuk melakukan pemetaan tinggi tsunami berserta landasan yang ada di daratan.

"Tentu saja hal itu digunakan untuk operasi dalam proses evakuasi pencarian penyelamatan korban, penanganan pengungsi, pelayanan kesehatan, bantuan logistik dan sebagainya," tuturnya.

Sebagai contoh, lanjut Sutopo, tinggi tsunami di Pantai Carita sudah capai 2 hingga 2,5 meter apalagi di selatan yang meliputi Kecamatan Tanjung Lesung, Cigeulis, Cigaliung, Cimanggu, dan Sumur.

"Tingginya demikian itulah yang bisa menjelaskan mengapa bangunan-bangunan yang di sepanjang pantai, hotel-hotel, vila di lokasi dalam kondisi diterjang rata dengan tanah," ungkap Sutopo.

Menurut Sutopo, jika tsunami yang menerjang hanya setinggi 30 sentimeter tidak akan membuat bangunan rata dengan tanah.

Hal itu, tambah Sutopo, membuat proses evakuasi terkendala, dimana banyak material dari bangunan yang rata dengan tanah. [lov]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA