"Berdasarkan informasi yang kami terima. Umumnya korban berada di tempat-tempat liburan. Seperti di
cottage, vila dan hotel sekitar objek wisata. Ini yang paling banyak ditemukan. Nantinya kita fokuskan di situ," ujar Tito, Minggu (23/12).
Tito mengatakan, di lokasi wisata itu terdapat kepadatan jumlah korban. Ini berbeda dengan kawasan non wisata seperti rumah penduduk yang sifatnya lebih menyebar.
"Kalau di rumah-rumah masyarakat kan tidak jadi satu," tambah Tito.
Prioritas di kawasan wisata itu, lanjut Tito, tidak lantas melupakan evakuasi di tempat-tempat lainnya.
Sejumlah wilayah terdampak akibat tsunami di Selat Sunda, di antaranya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang.
Kapolri menambahkan proses evakuasi ini dilakukan secara bersama-sama dengan instansi lain.
"Semua sudah kami koordinasikan. Semua bergerak sama-sama," pungkas Tito.
[jto]