"Kami khawatirkan seperti saat di Aceh 2004 lalu, di mana ada relawan yang terpapar virus dari pembusukan mayat. Terlebih pembusukan yang menyerap ke tanah," kata Biro Komunikasi ACT Lukman Aziz saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/10).
Dia menuturkan, korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala harus segera dievakuasi secepatnya.
"Jika ada jenazah yang masih belum terevakuasi dan menumpuk seminggu setelah kejadian maka sebaiknya warga tidak meminum air dari sumber seperti sumur di lokasi bencana," jelas Lukman.
Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan membusuknya mayat karena belum dikubur akan membawa penyakit berbahaya seperti kolera, pneumonia, diare, disentri dan malaria. [wah]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.