"Gorontalo banyak sekali orang hebat, ada Pak Habibie, Rachmat Gobel, Fadel Muhammad, dan Arifin Panigoro. Ini menunjukkan Gorontalo itu masyarakatnya dinamis, hebat dan berani," kata dia usai menjadi pembicara kunci dalam acara International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals (IICDDGs) 2018 yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Bisnis (STIMB) Bina Mandiri, di Grand Palace Convention Center, Gorontalo, Sabtu (25/8).
Dalam kunjungan ketiga ke Gorontalo ini, Rizal juga mengaku heran dengan indeks kebahagian yang diraih provinsi pecahan Sulawesi Utara tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017, Gorontalo masuk enam besar provinsi paling bahagia dengan poin 73,19.
"Ini luar biasa. Walaupun pertumbuhan ekonominya tidak begitu baik, tapi warganya bahagia," tutur Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.
Sementara menyinggung tentang Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi bahasan seminar internasional, Rizal menjelaskan bahwa di Indonesia ada sebanyak 60 persen orang mampu dan 40 persen orang belum mampu. Mereka yang miskin rata-rata belum terpenuhi kebutuhan dasarnya. Seperti makanan, kesehatan dan pendidikan.
"Sedangkan yang 60 persen sudah selesai dengan urusan itu," tutur mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.
Sehingga tugas pemerintah adalah mengurus yang 40 persen agar bisa hidup layak. Mereka tidak boleh sekadar diberi bantuan, tapi juga akses terhadap tanah, kredit lancar dan teknologi. Dengan begitu, mereka bisa hidup dengan layak.
"Nah baru kita ngomong sustainable. Kalau sekarang kan buat hidup sebulan saja belum bisa. Jadi pemerintah harus lebih banyak perhatian memberi sumber daya untuk kelompok ini," sambungnya.
Di akhir pernyataannya, Rizal mengaku yakin dan percaya dengan langkah-langkah yang dilakukan STIMB Bina Mandiri Gorontalo dalam memajukan masyarakat. Salah satunya dapat dibuktikan dengan gelaran seminar internasional yang turut dihadiri oleh pembicara dari luar negeri.
"Masyarakat Gorontalo harus dibantu, mudah-mudahan beberapa tahun lagi bisa maju," tukasnya.
[rus]