Bantuan yang diberikan berupa bronjong, perangkat peringatan bencana banjir yaitu early warning system (EWS) serta penyediaan Sarana Air Bersih (SAB).
Dalam kesempatan itu, Menteri Eko juga menyerahkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendes berupa 25 mobil pick up kepada 25 BUMDes dari berbagai desa penerima dana desa di Kabupaten Seluma,
"Kami berharap masyarakat Kabupaten Seluma bisa memanfaatkan dan menjaga bantuan-bantuan ini. Untuk mencegah longsor kami membangun bronjong sedangkan alat EWS sebagai peringatan awal jika ada bencana banjir dan longsor. Selain itu, untuk meningkatkan akses air bersih kami juga membangun sarananya," jelas Pelaksana Tugas Dirjen Pengembangan Daerah Tertenu (PDTu) Aisyah Gamawati.
Lokasi pembangunan bronjong sebagai pelindung tebing sungai sepanjang 117 meter terletak di Desa Air Periukan, Kecamatan Air Periukan. Sedangkan penyerahan hibah bantuan perangkat EWS sebagai alat peringatan dini banjir di Desa Pasar Ngalam dan Ngapal Jungur. Untuk penyediaan sarana air bersih bertempat di Desa Talang Giring dan Desa Arang Sepat, Kecamatan Lubuk Sandi dengan jalur perpipaan yang didistribusikan langsung ke rumah warga.
Untuk bantuan SAB yang dibangun di Desa Talang Giring dan Desa Arang Sepat meliputi pembuatan bak penampung, MCK umum, pemasangan pipa distribusi jaringan serta pipa distribusi sambungan ke rumah warga.
"Kami berharap bantuan sarana air bersih ini bisa bermanfaat setidaknya untuk 100 kepala keluarga di dua desa ini, serta mengurangi beban pengeluaran mereka," tambah Aisyah.
Selain SAB, Kemendes juga memberikan bantuan perangkat early warning system yang sangat berguna bagi warga desa untuk peringatan banjir.
"Alat EWS ini mampu mengukur curah hujan, tinggi permukaan air sungai sindur, serta mampu mendeteksi pergeseran tanah. Juga dilengkapi menara kontrol dan sirine peringatan dini yang mampu menjangkau area hingga lebih satu kilometer," papar Aisyah dalam keterangannya, Sabtu (18/8).
Kabupaten Seluma sendiri adalah wilayah administrasi di Pantai Barat Sumatera Bagian Selatan Provinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Kabupaten yang terbentuk pada 2003 ini memiliki luas sekitar 1224 kilometer persegi dan dihuni sekitar 183.420 jiwa. Seluma juga terkenal sebagai penghasil komoditas unggulan seperti padi, karet, kayu manis, pinang, dan perikanan laut, serta wisata pantai.
[wah]
BERITA TERKAIT: