Gerebeg Pangan Murah Bantu Warga Desa Terpencil Jelang Lebaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Kamis, 19 Maret 2026, 03:23 WIB
Gerebeg Pangan Murah Bantu Warga Desa Terpencil Jelang Lebaran
Gerebeg Pangan Murah di desa terpencil Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa 17 Maret 2026. (Foto: Dokumentasi MyDesa)
rmol news logo MyDesa bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan ID FOOD menggelar acara Gerebeg Pangan Murah di desa terpencil Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa 17 Maret 2026.

Menurut chairman MyDesa Tony Setiawan, gelaran gerebeg pangan murah dan pembagian 100 paket sembako gratis itu terlaksana atas dukungan Bapanas melalui Direktorat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan agar tidak terjadi lonjakan harga pangan di desa terpencil menjelang hari raya Idulfitri.

“Desa- desa remote di Kabupaten Bogor seharusnya mendapatkan perhatian utama bahkan menjadi pilot project di dalam membangun ekosistem Hub Pangan di desa remote, apalagi Presiden RI adalah warga desa juga di bojong koneng dan bertempat tinggal di Kabupaten Bogor,” ujar Tony dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 18 Maret 2026.

Gelaran gerebeg pangan murah tampak meriah dan dihadiri 1.000 warga desa yang berangkat dari wilayah terpencil. Mereka mulai menyemut sejak pagi dan dihadiri pejabat tingkat desa, kecamatan, dinas pertanian hingga komandan kepolisian sektor.

“Ekosistem ini menjadi penting agar dapat me-linked and match-kan hub pangan yang ada di desa agar SPPG yang terbangun di desa, suplainya harus disediakan oleh desa setempat baik melalui BUMDes maupun KDMP,” sambung Tony.

Warga desa sangat puas dan antusias atas gelaran ini. 

“Beras, telur, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, tepung terigu, dan bawang merah habis terjual bahkan kekurangan stok. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami dengan pihak direktorat SPHP,” ujar Direktur Bisnis MyDesa dan Direktur Pelaksana Gerebeg Pangan Murah, Samsulni.

Permintaan dari MyDesa terkait Gerakan Pangan Murah yang diubah oleh MyDesa menjadi Gerebeg Pangan Murah di desa terpencil langsung diapresiasi Bapanas dengan sangat cepat. 

“Kami ingin masyarakat paham bahwa pemerintah pusat sangat responsif terkait penyediaan pasokan dan stabilitas harga pangan hingga ke desa-desa terpencil,” jelas Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono. 

“Apabila ada keterbatasan, kami mohon maaf karena keterbatasan anggaran yang ada di kami,” tambahnya.

Ke depan, MyDesa akan menggandeng Kementerian Pertanian, Koperasi, Desa PDT, Badan Gizi Nasional, Bapanas dan Bulog untuk etape II Expedisi Hub Pangan Desa Remote Bogor 2026, tanggal 3-20 Mei 2026 mendatang.

Kami mengapresiasi kegiatan MyDesa yang menyusur hingga ke desa terpencil terkait membangun hub pangan. “Semoga hasil expedisi ini dapat dijadikan referensi alternatif bagi pemerintah pusat dan daerah terkait ekosistem pangan di desa terpencil,” ujar Staf Ahli KaBIN Mayjen TNI (Purn) Rachmat PS. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA