Alat sederhana itu dibelinya dari peserta saat menghadiri kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna Provinsi Jabar ke-VIII DI Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/8) pagi.
Agus Obrek (43) penemu alat deteksi gempa mengatakan, temuannya diberi nama Shake Detector. Satu alat dihargai Rp175 ribu dan cukup dua baterai kecil agar berfungsi.
"Cara kerjanya digantung pada dinding rumah, Nah, saat ada getaran alat ini berbunyi. Minimal 2 skala richter sudah terdeteksi,"ungkap Agus saat memamerkan karyanya.
Ia tak menyangka, Pj Gubernur M Iriawan mau memborong karyanya, padahal ia hanya melihat sebelum acara dimulai.
"Enggak disangka saja, mudah-mudahan karya saya bermanfaat," tukasnya.
[jto]