Mentan Sukses Jadikan Solok Produsen Bawang Merah Di Sumatera

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 04 Agustus 2018, 21:53 WIB
rmol news logo Menteri Pertanian Amran Sulaiman tidak main-main menggenjot produksi bawang merah nasional.
Selama ini, Indonesia mengimpor 30 ribu ton bawang merah setiap tahun kini semua berubah sejak mentan memutuskan harus swasembada, tampak membuahkan hasil gemilang. Tak sekadar mampu berswasembada, dalam tiga tahun terakhir, Indonesia berhasil mencetak hatrick ekspor bawang merah yang volumenya terus meningkat. Sejak 2017 ekspor bawang merah naik hampir 10 kali lipat dari tahun 2016.

"Tahun 2018 kita optimis bisa ekspor bawang merah 15 ribu ton atau naik dua kali lipat dari tahun lalu," ujar Amran dalam keterangannya, Sabtu (4/8)

Amran mengaku bangga dengan hasil kerja keras jajaran Ditjen Hortikultura dalam meningkatkan perluasan sentra produksi di luar Pulau Jawa.

"Pak Suwandi dan jajaran hortikultura terima kasih. Pertahankan dan tingkatkan kerja keras di lapangan," ujarnya.

Dirjen Hortikultura Suwandi menambahkan, kunci keberhasilan swasembada bawang merah adalah penataan dan penumbuhan sentra produksi yang tidak hanya terkonsentrasi di Jawa.

"Saat ini hamparan bawang merah dalam skala luas tak lagi hanya dijumpai di Brebes, Cirebon atau Nganjuk tapi sudah menyebar di Solok, Bali, Bima, Sumbawa, Belu, Malaka, Maluku Tenggara, Enrekang, Tapin dan daerah lainnya," paparnya.

Menurut Suwandi, Solok kini menjelma menjadi kawasan produksi bawang merah terbesar di Sumatera dengan luas panen lebih dari 7.300 hektare per tahun. Khusus Kecamatan Lembah Gumanti saja mencapai 4.600 hektare lebih.

Dengan penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan rata-rata konsumsi per kapita bawang merah 2,57 kilogram per tahun maka Sumbar diperkirakan hanya butuh pasokan sekitar 14 ribu ton per tahun, sementara produksi bawang merah Sumbar sejak 2017 sudah mencapai 955 ribu ton. Dari total produksi tersebut, 825 ribu ton dihasilkan dari Solok, selebihnya dari kabupaten lain seperti Agam, Solok Selatan dan Tanah Datar.

"Artinya, produksi bawang merah dari Sumbar sudah sangat surplus, bahkan mampu mengisi kebutuhan bawang merah di Pulau Sumatera seperti, Sumut, Sumsel, Riau, Jambi hingga menembus pasar Jabodetabek," jelas Suwandi. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA