Koordinator Gerakan untuk Mengakhiri Sirkus Satwa di Indonesia Marison Guciano mengatakan, sirkus satwa adalah bentuk kekejaman terhadap hewan yang harus segera diakhiri.
"Selain bentuk kekejaman, sirkus satwa jelas merupakan pelecehan terhadap hak hak satwa, di mana mereka seharusnya dijamin untuk dapat berperilaku secara alami. Apa yang kita lihat di Ancol, di mana seekor beruang dipaksa bermain gitar, bermain hula hop dan lain-lain itu merupakan pelecehan," kecam Marison yang juga pendiri Masyarakat Kesejahteraan Satwa Indonesia ini.
Menurut Marison, satwa-satwa sirkus dikendalikan oleh rasa sakit, rasa takut, dan rasa lapar sehingga terpaksa menuruti perintah sang pawang. Selain sirkus beruang, Ancol juga mempertunjukkan sirkus lumba lumba, singa laut, burung dan berang berang.
Marison menuding Pemerintah DKI Jakarta yang memiliki saham mayoritas (72 persen) di PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai pihak yang harus bertanggung jawab untuk mengakhiri penyiksaan hewan di Gelanggang Samudera, Ancol.
[wid]
BERITA TERKAIT: