Warga korban gempa mulai khawatir dan takut gempa yang cukup dahsyat kembali mengÂguncang. Di sisi lain, bantuan untuk korban gempa belum merata. Uluran tangan dari semua pihak diperlukan warga Lombok agar dapat bertahan hidup.
Salah satu titik gempa ada di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Ratusan warga disini perlu bantuan berupa air bersih, kesehatan, dan baÂhan makanan untuk bertahan hidup. "Warga masih trauma, ketakutan akan gempa susulan. Ini masih sering terjadi gunÂcangan. Yang jelas, obat-obaÂtan, makanan, makanan siap saji, selimut untuk bayi, dan air bersih," kata Kahiruddin, tokoh masyarakat Lombok Timur, kemarin.
Selain logistik, kebutuhan mendesak lainnya, lanjut dia, yakni alas tidur berupa tikar serta selimut. Begitu juga dengan air bersih dan peralatan mandi serta peralatan untuk membersihkan lokasi gempa.
Menjawab keluhan warga korban gempa, organisasi kepemudaan Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) di SKPI langsung terjun ke lokasi gempa. SKPI langsung mendirikan tenda pengungsian untuk ratusan warga desa korÂban gempa.
"Kami memberikan bantuan ratusan paket sembako dan perÂalatan yang dibutuhkan warga korban gempa Lombok," kaÂta Sekretaris Jenderal SKPI Fauzan Rachmansyah.
Dia mengaku berinteraksi dengan warga korban gempa, dan menanyakan keluhan mereka. Menurut Fauzan, warga masih trauma mendalam akibat dilanda gempa cukup dahsyat Minggu (29/7) lalu.
Karena itu, dirinya berjanji tidak akan membiarkan korban gempa kedinginan, ketakutan dan kekurangan bantuan. SKPI akan dengan sigap membantu meringankan penderitaan para korban gempa.
"Jangan biarkan warga Lombok menderita. Semua pihak harus turun membantu korban gempa. Saatnya kita bersatu membantu mereka," ujarnya.
Tak hanya itu, Fauzan juga meminta pemerintah segera mengevakuasi para pendaki Gunung Rinjani, NTB, yang saat ini masih terjebak akibat gempa. Saat ini, masih ada sekiÂtar 560 pendaki yang terjebak, akibat jalur keluar dari Gunung Rinjani terputus oleh gempa.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Muhammad Rum mengatakan, berdasarkan data yang dihimÂpun hingga Minggu (29/7) malam pukul 21.00 Wita, korÂban meninggal akibat gempa Lombok berjumlah 15 orang meninggal, 162 lainnya menÂgalami luka-luka, dan ribuan rumah rusak.
Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Barat Ahsanul Khalik menyebutkan, jumlah korban terdampak gempa Lombok sebanyak 500 kepala keluarga atau KK. "Data sementara yang kami himpun ada 500 KK. Tapi itu pun kami belum berani menÂgungkap angka pastinya. Karena patokan kota kami
by name by address," katanya. ***
BERITA TERKAIT: