Dedi mengungkapkan korban trafficking asal daerah kepemimpinannya telah diperlakukan tidak senonoh oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.
"Mereka setiap malam harus mengkonsumsi obat untuk menggugurkan kandungan, secara seksual mereka harus melayani kalau tidak melayani maka ada penyiksaan fisik, pernah ada pengakuan dimana ada satu orang korban yang disuruh telanjang kemudian berhubungan badan ditonton oleh pihak keluarganya," ungkap Dedi kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (30/7) siang.
Dedi yakin pihak Kemenlu dapat segera menangani kasus trafficking tersebut. Apalagi peristiwa tersebut sudah menjadi perhatian publik.
"Kami mengadvokasi agar tidak terjadi lagi," tutur Dedi.
Dedi menjelaskan modus penjualan manusia ke Tiongkok bermacam-macam mulai dari modus menikah dengan WNA hingga diajak bekerja ke luar negeri dengan alih-alih mulanya bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Jakarta.
Ia berharap kepada semua pihak untuk tidak tergoda ataupun tergiur bujuk rayu apapun dari pihak yang baru dikenal, muali bujuk rayu bekerja di luar negeri maupun alih-alih sebagai istri.
"Banyak anak zaman sekarang, pola dan gaya hidupnya enggak mau bekerja, ingin punya suami kaya, dan akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan, pengawasan orangtua juga sangat penting," tandasnya. [nes]
BERITA TERKAIT: