Di Kota Gorontalo, Penggagas #DengarYangMuda Sosialisasi Kebijakan Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 16 Juli 2018, 07:21 WIB
Di Kota Gorontalo, Penggagas #DengarYangMuda Sosialisasi Kebijakan Jokowi
Diaz Hendropriyono/#DengarYangMuda
rmol news logo Setelah pulau Jawa dan Sumatera, kali ini gerakan #DengarYangMuda menyambangi pulau besar ketiga, yaitu Sulawesi tepatnya di kota Gorontalo.

Dengan program ini, pemerintah berharap dapat mendengar aspirasi dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, #DengarYangMuda juga telah hadir di berbagai kota, termasuk DKI Jakarta, Bandung, dan Palembang.

Hadir sebagai narasumber dan mentor yakni pendiri @masukkampus, Indra Sugiarto; seniman Klemens Awi; Ketua Bidang Kesehatan, Pemuda, Olahraga, dan Tenaga Kerja BPD HIPMI Gorontalo, dr. Ahmad Naki; broadcaster MNC, Sekliani; pemilik dan barista Nusa Kopi, Kresna Mukti, serta Chairman EYI dan Aku Mengajar, Ikhsan Tualeka.

"Kebijakan pemerintah meningkatkan anggaran infrastruktur lebih dari dua kali lipat, Rp178 triliun menjadi Rp 410 triliun, hanya dalam empat tahun memeratakan pembangunan di seluruh Indonesia, baik barat maupun timur," tutur Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono yang juga penggagas #DengarYangMuda dalam sambutannya di hadapan para peserta generasi millenial di Atrium Citimall, Kota Gorontalo, akhir pekan lalu.

Sebagai hasilnya, menurut Diaz, biaya logistik per-PDB menurun dari 25,7 persen tahun 2014 menjadi 22,1 persen tahun 2018. Kemacetan juga, kata Diaz menurun drastis selama musim mudik lebaran 2018 hingga 60 persen, termasuk kecelakaan turun 32 persen.

"Pembangunan infrastruktur bersama dengan program seperti tol laut berhasil menurunkan harga kebutuhan pokok di timur Indonesia. Sebagai contoh, harga semen turun hingga 75 persen dan harga BBM di Papua akhirnya sama dengan di Jawa," papar putra mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Hendropriyono ini lebih lanjut.

Indra mengatakan, langkah mendengarkan dan memberdayakan pemuda harus diapresiasi seluruh kalangan. Kebijakan ini merupakan langkah yang tepat mengingat Indonesia sedang menikmati bonus demografi di mana mayoritas populasi berusia produktif dan bersamaan Revolusi Industri 4.0.

"Keduanya harus direspon dengan meningkatkan kualitas generasi muda," terang Indra melalui siaran pers #DengarYangMuda yang diterima redaksi.

Sementara itu menurut Ikhsan, even yang mempertemukan antargenerasi muda seperti #DengarYangMuda akan menginspirasi dan melahirkan lebih banyak kesuksesan.

"Dalam teori komunikasi, tidak ada yang salah dengan pencitraan selama tidak bertentangan dengan realita yang ada," ujarnya. [wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA