Isu yang dibawa KRLUPB adalah mendesak KPK mengusut dana kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia atau pasangan Arinal-Nunik.
Nama Via Vallen dibawa-bawa demonstran karena pernah menerima pekerjaan dari Arinal-Nunik di masa kampanye Pilgub.
Koordinator Aksi, Rakhmat Husein, menegaskan bahwa pihaknya tidak percaya pengakuan Arinal-Nunik soal dana kampanye yang berjumlah Rp 9 miliar. Ia menduga dana kampanye Arinal-Nunik berasal dari sumbangan PT Sugar Group Company.
"Sudah dikatakan bahwa Arinal dan Nunik ini satu-satunya paslonkada yang mengikuti pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Lampung pada Pemilukada Serentak 2018 yang mempunyai kemampuan untuk mendatangkan artis-artis nasional, seperti artis youtube Via Vallen, kata Rakhmat di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/7).
Diduga, dana kampanye yang dilaporkan pasangan Arinal-Nunik ke KPU itu tidak sesuai fakta karena biaya untuk membayar artis seperti Via Vallen saja sudah sangat besar.
"Artis itu dibayarnya satu titik kurang lebihnya Rp 150 juta dalam kontrak. Tadi dikatakan dia pentas di 20 titik, artinya itu saja sudah Rp 3 miliar," tambahnya.
Dari surat izin yang diterbitkan Polda Lampung, paslon nomor tiga itu melakukan kampanye di semua desa se-Provinsi Lampung, atau sejumlah 2543 desa.
Selain Via Vallen, nama penceramah agama yang cukup kondang, Sholeh Mahmoed Nasution alias Ustad Solmed, juga disebut-sebut. Jumlah dana kampanye Arinal-Nunik semakin dipertanyakan karena biaya untuk menghadirkan Ustad Solmed saja sudah sangat besar.
“Nah belum lagi Ustad Solmed yang sudah ngartis juga terlanjur kondang. Artinya, beliau mendapatkan pembayaran dari kontrak ekslusifnya untuk melakukan kampanye di 400 titik kampanye. Tentunya lebih mahal dari Via Vallen," jelasnya.
"Kalau Via Vallen saja dibayar Rp 3 miliar dengan 20 titik, maka tidak disangsikan lagi kalau kita hitung bodoh-bodohan saja satu titiknya Rp 100 juta maka Rp 40 miliar yang harus dikeluarkan Arinal-Nunik yang didukung korporasi PT Sugar Grup Company," ujarnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: