Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan stok beras yang dimiliki Perum Bulog sudah menipis, sementara data Kementerian Pertanian menyebut stok beras lebih dari cukup, bahkan di atas 20 persen.
"Kita tunggu sekarang, data soalnya abu-abu," ungkap Ketua Umum Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dian Novita Susanto di Jakarta, Minggu (27/5).
Dia menambahkan, pihaknya menunggu hasil akhir dari kebenaran data tersebut. Sebab, data itu sangat berguna agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.
"Kita lihatnya dari Badan Pusat Statistik (BPS), tunggu hasil pokoknya secepatnya,"
Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya menyatakan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500 ribu ton.
Izin impor tersebut berlaku hingga Juli 2018. Jika ditotal dengan impor beras periode pertama maka stok beras nasonal mencapai 1 juta ton.
[sam]
BERITA TERKAIT: