Dalam tausyiahnya di hadapan anggota Polri dan sejumlah anak yatim di Aula Mapolrestabes Bandung, Ustadz Evie mengajak jamaah memanjatkan doa khusus untuk tujuh anggota Polri yang gugur akibat insiden di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan serangan teroris di Mapolda Riau.
Lima anggota Polri yang gugur saat bertugas di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, antara lain, Briptu Anumerta Syukron Fadhli, Iptu Anumerta Yudi Rospuji, Bripka Fandy, Aipda Denny, dan Briptu Wahyu Catur Pamungkas.
Aipda Anumerta Marhum Prencje, anggota Satuan Intel Korps Brimob yang gugur ditusuk teroris di depan Mako Brimob Kelapa Dua, dan Iptu Anumerta Auzar, anggota Polda Riau yang gugur akibat ditabrak teroris.
Ustad Evie Effendi mengatakan, tujuh anggota Polri yang gugur dalam tugas sejatinya tidak meninggal. Sebab abdi negara yang gugur dalam tugas mati syahid dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan bangsa, saya mendoakan kepada para syuhada, anggota Polri yang gugur saat bertugas. Jangan menyangka mereka mati. Mereka hidup lebih baik dan mulia di sisi Allah SWT," katanya seperti diberitakan
RMOLJabar.
Penceramah asal Kota Bandung yang dikenal dengan sebutan ustad gaul tapi soleh (gapleh) ini mengemukakan, tugas polisi itu seperti malaikat. Tidak boleh salah, tetapi selalu salah di mata masyarakat namun yang terpenting tidak salah di mata Allah.
"Berangkat dari rumah, melaksanakan tugas agar masyarakat dan Kota Bandung aman kondusif. Itu tugas negara dan agama, doakan mereka syahid, diterima di tempat mulia, di sisi-Nya. Amin," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: