"Kita pastikan bahwa calon pemimpin harus memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal sebagai wujud komitmen kita dalam menegakkan ideologi bangsa, menjaga NKRI," ujar Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, kepada wartawan, Rabu (9/5).
Profesor agrikultur dari Universitas Kyushu, Jepang itu menerangkan bahwa komitmen menjaga kearifan lokal tidak melulu ditujukan ke masyarakat. Sebagai calon pemimpin Sulsel, ia siap menjaga nilai kebudayaan lokal. Hal ini sejalan dengan falsafah masyarakat Bugis-Makassar, Siri na Pacce yang artinya seorang pemimpin harus punya malu dan punya harga diri.
Nurdin menegaskan, pemimpin yang kerap menghalalkan segala cara dalam meraih kekuasaan hanya akan menimbulkan konflik di masyarakat. Bahkan yang lebih buruk lagi adalah memecah keserasian sosial yang sudah terjaga selama ini.
Nurdin menegaskan telah membuktikan diri sebagai pemimpin dalam dua periode menjabat Bupati di Bantaeng. Di daerahnya tidak pernah ada kerusuhan besar yang memecah keserasian sosial antar masyarakat.
"Alhamdulillah, dua periode saya terpilih sebagai Bupati di Bantaeng tidak pernah terjadi kerusuhan yang luar biasa. Itu artinya saya terpilih dengan cara-cara yang benar, saya terpilih karena keinginan rakyat," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: