Demi Lulusan Berkualitas, PTM Gaet Perusahaan Jepang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 01 Mei 2018, 08:26 WIB
Demi Lulusan Berkualitas, PTM Gaet Perusahaan Jepang
Foto: Net
rmol news logo Sebanyak 53 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menandatangani nota kesapahaman (MoU) dengan Life Holding dan SFI di Aula PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/4). Keduanya merupakan organisasi perekrut tenaga kerja asal Jepang yang berbasis di Singapura.

Dalam MoU yang juga melibatkan Lembaga Hubungan Kerjasama Internasional (LHKI) itu, PP Muhammadiyah membidik peluang bagi warga persyarikatan terutama alumni PTM untuk dapat terserap di berbagai perusahaan Jepang yang ada di Indonesia maupun luar negeri sebagai tenaga kerja terampil.

"Bukan hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi tujuan MoU ini adalah lebih jauh. Yakni meningkatkan kepahaman bersama. Kami mencoba untuk memfasilitasi itu," ujar Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman melalui siaran persnya, Senin (30/4) malam.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah sekaligus rektor UHAMKA, Suyatno menyatakan bahwa langkah yang diambil dalam MoU itu adalah reaksi atas kebijakan yang telah diputuskan oleh Presiden Jokowi mengenai Peraturan Presiden (Perpres) 20/2018. Tujuannya, untuk mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi.

"Lebih ke antisipasi hubungan antar negara, terutama persaingan tenaga kerja dan persaingan pendidikan. Kapasitas dan kompetensi kita bagus. Paling tidak lulusan Muhammadiyah terserap. Jika Muhammadiyah diam, maka akan ketinggalan," terangnya.

Acara penandatanganan MoU yang bertajuk "High Skilled Talent Development Project ‘Hiyaku Program’ The Japanese Language NAT-TEST" tersebut, melibatkan lebih dari 40 orang perwakilan dari perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri Muhyiddin Djunaedi menyampaikan bahwa ide utama dari MoU ini adalah Muhammadiyah harus bersaing. Mengenai Jepang sebagai mitra, Muhyiddin menjelaskan bahwa saat ini Jepang sedang menderita masalah demografi yang serius. Karena angka kelahiran bayi dan anak-anak yang tidak lebih banyak dari jumlah warga yang lanjut usia.

"Tahun 2050 diperkirakan angka usia tua di Jepang lebih banyak daripada usia muda dan produktifnya, sementara di Indonesia mengalami bonus demografi. Lulusan Muhammadiyah siap bekerjasama dengan Jepang, dengan jaminan kualitas. Lebih dari 10 universitas Muhammadiyah memiliki kualifikasi A. Ini tanggungjawab untuk bekerja bersama," pungkasnya.

Poin yang menjadi kesepakatan di dalam nota kesepahaman antara Muhammadiyah dengan Life Holdings dan SFI adalah pembelajaran dan peningkatan kualitas dan keterampilan yang diperlukan di dunia kerja. Sekaligus pembelajaran bahasa Jepang. Sehingga hasil yang diharapkan dari kesepakatan ini adalah tersedianya tenaga kerja yang berkualitas tinggi. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA