Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang preferensi pemilih dalam Pilkada Jawa Barat, ada empat aspek menonjol yang menjedi pertimbangan warga, yang paling utama adalah jujur dan bersih dari korupsi.
"Pertama, aspek kepribadian calon (jujur, bijaksana, ramah dll) dipilih dengan 96 persen. Kedua, aspek bersih dari kasus korupsi (94 persen). Ketiga, pengalaman dalam pemerintahan (89 persen). Keempat, aspek program atau isu yang ditawarkan (88 persen)," ujar Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (15/4).
Namun demikian, Toto menjelaskan bahwa ada faktor lain yang turut menjadi perhatian publik Jabar. Setidaknya 81,4 persen warga Jabar mengaku tak bersedia dipimpin calon gubernur yang beristri lebih dari satu atau berpoligami.
"Faktor lainnya seperti latar belakang suku, ulama, pengusaha, mayoritas publik di jabar tidak terlalu mempersoalkannya. Misalnya, terhadap calon yang bukan asli suku sunda, 67 persen publik mengaku bersedia," jelasnya.
Survei dilakukan pada 21 hingga 29 Maret 2018 dengan menggunakan metode standard
multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden 440, dengan
margin of error sebesar 4,8 persen.
[ian]
BERITA TERKAIT: