Sesaat setelah naik ke atas panggung sembari memegang miniatur rumah berlantai dua itu, Diani nampak menitikkan air mata sebelum menyerahkannya. Dia teringat dengan penggusuran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Dua tahun lalu kami tergusur dan itu adalah mimpi buruk. Bertahan, berproses, itu bagaikan mimpi tiada akhir," katanya dengan suara sumbang.
Semasa menjabat sebagai Gubernur, Ahok memang pernah memerintahkan jajarannya untuk menggusur kampung yang dihuni oleh para nelayan, tepatnya pada 11 April 2016.
Ahok ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu akses dan tempat wisata religi di Luar Batang dan Pasar Ikan. Seluruh kawasan masuk dalam proyek revitalisasi kawasan Kota Tua Batavia dan Pelabuhan Sunda Kelapa.
Namun saat ini, setelah Ahok diganti oleh Anies, Pemprov DKI justru ingin kembali membangun Kampung Akuarium.
Diani pun berharap Anies mampu menyediakan rumah yang layak bagi ratusan warga Kampung Akuarium.
"Setelah kami menemukan titik ini (Anies jadi Gubernur) adalah mimpi baru harapan kami. Semoga ini bisa terwujud, kami berikan kepada pemimpin yang mempunyai hati dan keberpihakan kepada kami. Semoga Bapak bisa mewujudkan mimpi kami semua. Ini mimpi kami Pak," kata dia sembari menyerahkan maket itu ke Anies.
Sembari memegang maket yang diterimanya, Anies pun berjanji untuk segera mewujudkan janji kampanyenya dulu dengan menyediakan rumah yang layak bagi warga.
"Saya terima ini sebagai mandat, sebagai amanat. InsyaAllah kami akan melaksanakan dan tunaikan. Dan beri kami kesempatan dan membuktikan bahwa negara ini masih tetap komit menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga ini," demikian Anies.
[rus]
BERITA TERKAIT: