"Kita memotong rantai pasok yang terlalu panjang, yang 8-9 step sampai konsumen, dari kelompok tani langsung ke PD Pasar Jaya. Jadi tinggal tiga (mata rantai pasokan)" ujarnya di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Rabu (28/3).
Amran menjelaskan pemotongan dalam satu step dapat menguntungkan 10 persen, artinya apabila barang dikirim produsen melewati 10 kali pindah, maka kenaikan dapat mencapai 100 persen.
"Bawang disparitasnya (jaraknya) sampai 300 persen. Harga di lapangan (petani) 10.000 tapi tadi kami diskusi dengan pak Wagub, harga di kota 30 sampai 40 ribu. Artinya apa? Disparitasnya 300 persen, tiga kali lipat. Nah ini kita potong," tandasnya.
Tak hanya itu, Amran juga mengaku telah menyiapkan daerah-daerah produsen bawang merah, cabai, dan beras untuk langsung mendistribusikan barangnya ke PD Pasar Jaya dan Food Station.
"Ini kita langsung potong. Itu operasionalnya. Daging juga demikian. Kita sudah bahas sampai detail. Insya Allah harga stabil," tutupnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: