Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi menjelaskan langkah yang dilakukannya sebagai upaya menyerap gabah petani yang telah memasuki masa panen raya.
"Ini sangat penting dilakukan Bulog untuk mengisi cadangan pangan pemerintah" kata Agung saat menginisiasi dan menyaksikan terjadinya kesepakatan pembelian gabah petani oleh Bulog yang dihadiri perwakilan Bulog, TNI (Dandim), BRI, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan provinsi Jawa Tengah.
Agung melanjutkan seharusnya jajaran Bulog bisa maksimal menyerap gabah petani, terlebih Bulog sudah diberikan keleluasaan untuk membeli gabah dengan fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) 20 persen.
Menurutnya momentum panen raya ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar harga tidak jatuh. Selain itu, serap gabah petani yang dilakukan untuk membantu petani memperoleh harga menguntungkan, agar petani termotivasi dalam menjalankan usahanya.
"Kasihan petani kalau terus merugi. Mereka adalah pahlawan pangan yang sebenarnya, karena mereka inilah yang memproduksi dan menghasilkan pangan," ujar Agung.
Jawa Tengah sebagai salah satu penyumbang beras nasional kedua setelah Jawa Timur mempunyai target serapan gabah petani oleh bulog sebesar 453.500 ton.
Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah Jawa Tengah untuk mencapai target antara lain sudah dilakukan pemetaan daerah yang akan panen, melakukan koordinasi dan eksekusi pembelian langsung di lapangan bersama-sama Bulog, TNI dan BRI.
"Jika hal ini dilakukan terus bersama-sama, kami yakin target serapan gabah untuk Jawa Tengah akan tercapai," ujar Agung.
Dari kunjungan ke kabupaten Demak, Kudus dan Grobogan masih ada gabah kering panen (gkp) Rp4.400 per kilogram. Bahkan di kabupaten Grobogan masih ada beras medium yang dijual dengan harga Rp8.200 per kilogram di penggilingan.
Untuk itu harus segera dilakukan pembelian oleh Bulog untuk mengisi cadangan beras pemerintah. Sebeb, jika terlambat dikhawatirkan harganya akan naik.
Adanya sergap disambut baik oleh Faqih, Petani dari desa Kedungwaru Lor, kecamatan Karanganyar, kabupaten Demak.
"Kami senang pemerintah datang dan melakukan pembelian langsung dilapangan, karena harganya menguntungkan," ujar Faqih.
[nes]
BERITA TERKAIT: