Pemerintah Belum Aktif Sosialisasi Bahaya Penyimpangan Seksual

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 01 Februari 2018, 14:44 WIB
Pemerintah Belum Aktif Sosialisasi Bahaya Penyimpangan Seksual
RMOL
rmol news logo Pemerintah diminta menyosialisasikan bahaya yang diakibatkan penyimpangan seksual, salah satunya berhubungan dengan sesama jenis.

Dokter Dewi Inong Irana SpKK karena perilaku tersebut dapat menularkan penyakit yang berbahaya.

"Layanan masyarakat (perlu), hati-hati loh ini perilaku lewat dubur yang paling nularin. Bagaimana tapi caranya jangan jadi porno," ujarnya dalam diskusi 'Bahaya LGBT dari Sisis Perilaku dan Propaganda' di Kantor DPP Partai Amanat Nasional, Jalan Senopati, Jakarta, Kamis (1/2).

Perilaku menyimpang seperti perilaku seks antara sesama pria. Hal itu berbahaya karena menimbulkan berbagai penyakit yang menyerang dan sudah menjalar di sebagian orang Indonesia.

"Cuma untuk mencegah bagaimana, itu juga ketahanan keluarga jangan lupa. Itu juga pasien-pasien saya lho," imbuh Inong.

Adapun, jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dicatat Kementerian Kesehatan selama triwulan pertama tahun 2017 yaitu untuk HIV sebanyak 10.376 kasus dan AIDS 673 kasus. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA