Sopir Angkot: Hak Kami Direbut Gubernur Anies

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 22 Januari 2018, 12:40 WIB
Sopir Angkot: Hak Kami Direbut Gubernur Anies
Foto/RMOL
rmol news logo . Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dinilai bertindak semena-mena dengan menutup sebagian ruas jalan di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Penilaian itu disampaikan oleh salah satu sopir mikrolet angkot M10 trayek Tanah Abang-Jembatan Lima, Darmono saat demo bersama ratusan pengemudi angkot lainnya, di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

"Hak kami telah direbut oleh Gubernur," tegasnya dengan mata berkaca-kaca.

Dijelaskannya, kedatangan ratusan sopir angkot ini adalah untuk menuntut Anies kembali membuka ruas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang.

Selain menutup sebagian ruas jalan, kata dia yang juga menyulitkan adalah Gubernur Anies malah mengoperasikan bus TransJakarta gratis.

"Selama ada bus tranport Tanah Abang, pendapatan kami berkurang. Sangat menurun, bukan berkurang. Itu adalah jalan (hidup) kami. Selama Tanah Abang itu ditutup, pendapatan kami berkurang 50 persen. Gimana kita membiayai keluarga kami," keluhnya.

Tidak hanya itu, kedatangan mereka juga untuk mengadukan kepada Anies tentang arogansi dari petugas Dinas Perhubungan DKI di lapangan.

"Kami mohon dengan Dinas Perhubungan, jangan terlalu arogan. Selalu anarkis, memecahkan kaca, menendang mobil, menghalangi penumpang naik," teriaknya.

Pemrov DKI Jakarta menutup sebagian ruas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang untuk digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Para sopir angkot dan warga sekitar pun terpaksa harus mencari jalan alternatif.

Kebijakan ini diambil Pemrov DKI karena mau menata kawasan Pasar Tanah Abang. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA