Pelajar Tertabrak Transjakarta, Golkar Kritik Fasilitas Tidak Memadai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 20 Januari 2018, 00:19 WIB
Pelajar Tertabrak Transjakarta, Golkar Kritik Fasilitas Tidak Memadai
Foto/RMOL
rmol news logo Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta lebih memperhatikan fasilitas keselamatan warga.

Demikian disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco, menyikapi tewasnya pelajar SMP karena tertabrak Bus Transjakarta di kawasan Warung Buncit, Mampang, Jumat pagi (19/1).

Dia sangat menyayangkan peristiwa naas tersebut, apalagi korbannya masih berstatus pelajar.

Baco pun meminta Pemprov DKI melakukan evaluasi terhadap faktor keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Pemprov DKI harus peka terhadap kejadian ini. Evaluasi fasilitas keselamatan. Tidak boleh ada lagi anak bangsa terlebih pelajar harus mati sia-sia katena fasilitas tidak memadai," katanya kepada wartawan.

Baco yang juga Ketua MKGR DKI mendesak pemerintah membangun jembatan penyeberangan di sepanjang ruas jalan yang dilintasi Busway. Minimal jembatan penyeberangan dibangun di setiap jarak 150-200 meter, terutama di lokasi dengan lalu lintas orang dan kendaraan yang padat.

Tidak hanya itu, para sopir Bus Transjakarta juga harus dilakukan evaluasi agar lebih tertib dan berhati-hati dalam berkendara. Khususnya di tempat yang rawan dan banyak warga melintas.

"Golkar DKI akan memperjuangkan ini di DPRD. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas utama," tegasnya.

Seorang anak laki yang diketahui berstatus pelajar SMP tewas saat hendak menyeberang. Korban tewas seketika usai tersambar Bisa Transjakarta yang sedang melintas di kawasan Warung Buncit. [nes]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA