Perempuan muda bernama Indah (19) salah satunya. Ia merupakan korban yang mengalami luka di bagian paha dan lengan, hingga saat ini masih berada dalam perawatan medis di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan.
Indah bersama teman-temannya dari Universitas Bina Dharma, Palembang, menjadi korban mezanin roboh saat mereka sedang melakukan kunjungan studi ke gedung megah di area Sudirman Central Business District (SCBD) itu.
Ayah dari Indah, Imam (46), mengakui bahwa seluruh biaya perawatan anaknya selama berada di RSAL Mintohardjo ditanggung pengelola BEI.
"Dari kejadian sampai sekarang dirawat. Ditanggung sama pengelola gedung. Enggak ada bayar-bayar lagi. Besok sudah boleh pulang," ujar Imam saat ditemui di RSAL Mintohardjo, Jumat (19/1).
Selain itu, Imam mengaku bersyukur dan sangat berterima kasih terhadap pengelola gedung yang membiayai dan memfasilitasi pihak keluarga yang ingin menjenguk anaknya yang menjadi korban.
"Semua difasilitasi, tiket pesawat katanya mau dibayarin lewat rekening, tapi saya pas datang bayar sendiri dulu. Kalau hotel memang difasilitasi dan gratis," tambahnya.
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwa pengelola gedung secara bergantian berada di ruang perawatan para korban untuk memeriksa semua kebutuhan korban.
"Pokoknya 100 persen bertanggung jawab. Itu mereka bergantian jaga di ruangan korban. Jadi, kalau misalnya ada yang harus rontgen atau terkait biaya, mereka yang urus," tuturnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: