Azas Tigor Nainggolan: Rumah DP Nol Rupiah, Nol Besar!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 18 Januari 2018, 22:33 WIB
Azas Tigor Nainggolan: Rumah DP Nol Rupiah, Nol Besar<i>!</i>
Azas Tigor Nainggolan/net
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah down payment (DP) 0 persen.

Groundbreaking dilakukan di kawasan Klapa Village, Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kawasan ini terletak di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa. Acara ini menjadi tanda dimulainya program yang telah menjadi janji Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno, sejak masa kampanye Pilkada 2017.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menyayangkan, setelah dihitung-hitunh, ternyata harga rumah yang disebut Anies disubsidi dari APBD DKI Jakarta sama saja.

"Bahkan lebih murah dibanding  dengan harga apartemen di tengah kota Jakarta. Lalu dimana kelebihan atau kemurahan dari Rumah DP 0 rupiah? Kalau harganya Rumah DP 0 rupiah lebih mahal dari harga dari apartemen biasa apa manfaatnya untuk masyarakat kelas menengah bawah?," sindir Tigor.

Menurut Tigor, harga Rumah DP 0 rupiah tipe 21 yang ditawarkan Anies adalah Rp 185 juta dan tipe 36 Rp 320 juta.

"Memangnya masyarakat bodoh mau beli rumah yang lebih mahal, padahal ada apartemen yang jauh lebih murah?," tegas Tigor.

Tigor pun mempertanyakan uang APBD dalam program Rumah DP 0 rupiah itu. Menurut dia, lebih baik kasih saja pihak swasta yang bangun dan jualan sendiri, lalu pasang label Rumah DP 0 rupiah.

"Untuk apa pemprov Jakarta repot-repot bikin program kalo swasta harganya lebih murah? Aneh kok malah kasih bangun ke swasta Rumah DP 0 rupiah dengan subsidi dari uang APBD? Padahal swasta bangun sendiri tanpa bantuan subsidi APBD saja bisa dengan harga jauh lebih murah," ungkap Tigor.

Tigor membeberkan untuk standar harga apartemen M type 21 di Jakarta hanya Rp 217 juta. Apartemen dengan harga yang dimaksud kata Tigor salah satunya berada di jalan Pramuka, Rawamangun.

"Basuki Rahmat saja murah? Ada main apa pula ini. Apa Rumah DP 0 rupiah hanya wacana untuk menarik suara saat kampanye pilkada lalu saja? Dalam kampanye dulu dijanjikan wujud Rumah DP 0 rupiah adalah rumah tapak tanah (landed house). Tapi kok sekarang malah jadi rusun?," demikian Tigor. [san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA