Permara Siap Bantu Perantau Dari Sumatera

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 17 Januari 2018, 10:09 WIB
Permara Siap Bantu Perantau Dari Sumatera
Supratman/Dok
rmol news logo Terdorong ingin membantu masyarakat yang belum memperoleh pendidikan yang layak dan memadai, menyelesaikan masalah sosial, ekonomi, politik, dan masalah - masalah lainnya di bumi Sumatera, sekelompok tokoh asal Sumatera pun mendirikan Persaudaraan Masyarakat Sumatera (Permara).

Dengan hadirnya Permara, maka diharapkan dapat menjadi momentum untuk menanamkan rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya. Karena dengan berdirinya Permara dinilai akan mampu menggali dan mengembangkan potensi budaya yang berakar dari budaya Sumatera sebagai identitas bangsa dengan adat istiadat dan pesan moral pendidikannya.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Permara, H. Supratman di kantornya, kawasan Kali Malang, Jakarta Timur, Selasa malam (16/1). Ia mengatakan, sebagai bangsa Indonesia dirinya sangat bangga dengan hasil karya anak bangsa yang dapat membangun seni budaya dengan menatap masa depan dan belajar dari tradisi kebangsaaan Indonesia. Guna memenuhi hal itu Pemara akan bersatu padu mengembangkan berbagai potensi yang ada.

"Permara adalah salah satu panguyuban masyarakat Sumatera di mana Permara sudah terbentuk di 10 Provinsi Sumatera mulai dari Aceh hingga Lampung dengan slogan bahwa Permara itu berarti bersaudara dan NKRI Harga mati. Di sini tidak ada tujuan politik. Politik itu nomor paling akhir buat kami. Kami ingin membantu masyarakat lebih yang selama ini belum tersentuh oleh pemerintah pusat," kata Supratman.

Supratman menjelaskan Permara yang berdiri pada tanggal 6 Juni 2017, kepengurusannya sudah mencapai 200 orang dan itu baru tingkat Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari orang biasa sampai pejabat terkait. Hal itu sesuai visi misinya mendirikan Permara. Bahkan, bukan tidak mungkin, kata Supratman, ke depan anggota Permara berasal dari anak rantau yang ada di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

"Rencananya deklarasi Permara di awal bulan Februari akan dihadiri kalau memungkinkan 10 Gubernur Sumatera, Walikota, Bupati, Tokoh masyarakat, pengusaha dan masyarakat Sumatera. Sekali lagi kami hadir bukan karena saat ini sedang musim Pilkada. Bukan, karena Permara bukanlah panggung politik. Mungkin, ke depan kami akan mendorong tokoh-tokoh muda dari Permara untuk menjadi pemimpin di daerah Sumatera dan di Pusat," harap Supratman.[wid]  

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA