"Sejak 2015 Pak Amran bersama-sama kami, penyuluh, babinsa dan para petani berjuang menjaga kedaulatan pangan. Kini sudah swasembada empat komoditas sekaligus," jelas Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/1).
Empat komoditas yang dimaksud adalah aneka cabai, bawang merah, jagung, dan beras.
"Ini kan prestasi yang diraih cepat, tiga tahun," katanya.
Menurut Winarno, tidak adanya impor untuk empat komoditas tersebut menjadi bukti bahwa kedaulatan dan kemandirian pangan tetap terjaga selama tiga tahun ini.
"Faktanya tidak ada impor empat komoditas itu. Bahkan mampu ekspor bawang merah ke beberapa negara tetangga," ujarnya.
Selain itu, petani juga dilihat merasa nyaman bekerja karena relatif tidak ada lagi keluhan terhadap persoalan pupuk, benih, alat mesin, irigasi.
"Kalaupun ada beberapa keluhan tapi masih wajar lah, tidak seperti dulu," kata Winarno.
Terkait rencana Kementerian Perdagangan yang akan mengimpor 500 ribu ton beras khusus, menurut Winarno, sangat membebani menteri pertanian. Dia yakin jika Menteri Amran kurang setuju dengan kebijakan tersebut.
"Ini misal terkait rencana impor, saya tahu persis suasana batin Pak Amran saat ini. Begitu sayang dan cintanya kepada petani dan komitmennya tinggi untuk menyejahterakan petani," paparnya.
Kinerja Menteri Amran selama ini mendapat perhatian dari negara-negara luar. Karena tidak sekadar menjalankan rencana jangka panjang Lumbung Pangan Dunia 2045, namun juga rencana jangka pendek yang sangat strategis, seperti meningkatkan produksi padi, jagung, cabai, bawang merah, bawang putih, kedelai, serta mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia.
"Saya optimis kedaulatan pangan semakin kuat dan aman," imbuh Winarno.
[wah]
BERITA TERKAIT: