Jokowi mencontohkan untuk pergi ke wilayah Kabupaten Nduga, Papua butuh waktu panjang. Dengan kondisi seperti itu Pemda setempat harus selalu memantau, mengelilingi daerah yang diperkirakan terjangkit penyakit, atau banyak kasus gizi buruk.
"Penanganan yang terbaik adalah oleh daerah. Menteri sudah saya perintahkan untuk menangani kalau ada hal-hal yang luar biasa," ujar Jokowi di Stadion Utama GBK Jakarta, Minggu (14/1) malam.
Lebih lanjut, meski akses yang sulit, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah turun tangan dalam mengatasi KLB campak di Kampung Nakai Distrik Pulau Tiga dan Kota Agats, Provinsi Papua.
"Yang kasus campak, Kemenkes sudah mengirim tim mulai September 2017 masuk ke sama. Memang medan sangat sulit," ujar Jokowi.
Dilansir dari
Antara telah terjadi KLB campak dan juga adanya gizi buruk di Kampung Nakai Distrik Pulau Tiga dan Kota Agats, Provinsi Papua.
Sampai dengan 8 Januari 2018 ini tercatat tujuh balita dirawat dengan gizi buruk di RSUD, lima di antaranya positif Campak.
Pada tanggal 9 januari 2018 tercatat di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga dua balita meninggal dunia, dan di kota Agats tercatat 12 Kasus campak dan tujuh kasus gizi buruk.
Tim Kesehatan sedang melakukan inspeksi ke kampung- kampung di Distrik Basim untuk pengobatan Campak, gizi kurang dan gizi buruk.
[nes]
BERITA TERKAIT: