Pihak UPT DKI melalui Kepala Terminal dalam kota, Kalideres M.Nuh sebelumnya mengatakan bahwa proses penataan itu dilakukan hanya tiga bulan. Namun, hingga saat ini para pedagang belum bisa mengoperasikan usahanya.
Haholongan salah seorang pedagang kios di Terminal Kalideres mengaku terpaksa berdagang di areal trotoar guna menyambung hidup.
"Karena menunggu jawaban yang pasti soal penempatan kios di Terminal Kalideres yang ditata. Sampai sekarang belum ada jawaban untuk menempatkan kios dan hanya bisa bersabar saja," katanya ketika ditemui di dalam Terminal Dalam Kota Kalideres, Jakbar, Selasa(2/1).
Ia berharap penataan kios segera dituntaskan, sehingga mereka bisa berdagang seperti sebelumnya.
"Ya kita berharap bisa cepat menempatkan usaha kita di kios, karena ini sudah tiga bulan.Tapi kios ini belum juga bisa kita tempatkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sudin UMKM Jakarta Barat, Nuraini Silviana mengatakan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi tentang Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kalau masalah selanjutnya tanyakan pada pihak Dishub. Karena para pedagang di Terminal Kalideres itu masuk dalam retsibusi UPT," ucapnya.
Kepala UPT Terminal, Provinsi DKI Jakarta Faisol meminta para pemilik kios untuk bersabar hingga masalah tersebut dikoordinasikan dengan UMKM dan pihak yang membangun kios (CSR).
"Ya kami meminta agar sabar dalam penggunaan kios.Sabtu kemarin sudah saya infokan kepada pedagang.Dan hari kamis ini, pihak UMKM dan pihak pembangun kios, diminta untuk menjelaskan.Jadi sabar saja soal penggunaan kios," tutupnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: