Hal itu ditandai deklarasi Alor bebas BABS di Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut, Alor, NTT, beberapa waktu lalu.
"Alor yang awalnya sebagai daerah tertinggal dan terluar. Dengan komitmennya berhasil menjadi kabupaten pertama di NTT yang tidak BABS lagi," ungkap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo dalam siaran persnya, Sabtu (30/12).
Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Alor, Eko mengatakan pihaknya telah membangun lebih dari 85 ribu unit MCK di seluruh Indonesia. Pembangunan MKC, urai Eko, menggunakan dana desa dalam dua setengah tahun ini. Namun menurutnya kebutuhan MCK di seluruh desa-desa di Indonesia, mencapai lima juta unit.
Dirinya mengungkapkan bahwa untuk memenuhi jumlah MCK tersebut, butuh partisipasi aktif dari masyarakat. Caranya, dengan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat agar mereka mampu membangun MCK sendiri.
"Alor telah membuktikan berada di posisi terdepan berani mendeklarasikan 100 persen warganya tidak lagi BABS. Harapannya Alor bisa menjadi contoh di daerah lain juga," terang Eko.
Dalam lunjungannya, Eko juga menyempatkan hadir di perayaan Natal bersama pihak DPRD, TNI, Polri dan masyarakat Oikumene di Alor. Merujuk pada pesan Presiden Joko Widodo, dalam perayaan natal tersebut, Eko mengajak seluruh umat Kristiani di Indonesia agar jangan pernah lelah bekerja. Serta bersama-sama membangun desa.
[dem]
BERITA TERKAIT: