Ini lantaran banyak penjahat yang berkeliaran di pusat-pusat arus mudik. Dengan beragam modus, mereka mengincar barang berharga.
Teranyar, nasib nahas menimpa seorang pedagang roti bernama Rifki yang berdagang di Stasiun Gambir. Uang senilai Rp 8 juta hasil jualan roti miliknya raib dibawa kabur orang tidak dikenal.
Rifki menjabarkan bahwa kejadian itu bermula saat dia dihampiri oleh seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi. Orang tersebut kemudian membeli sejumlah potong roti yang dijualnya.
"Ngakunya petugas yang lagi jaga Natal dan Tahun Baru," ujar Rifki di Silang Monas Tenggara, Jakarta, Sabtu (23/12).
Kemudian, lanjut Rifki, saat ingin membayar pria itu mengaku tidak memiliki uang pecahan rupiah. Pelaku mengaku hanya memiliki uang dalam bentuk pecahan dolar AS.
"Saat mau bayar roti, orangnya tiba-tiba bilang pengin tukar uang pecahan ke kami, karena uangnya dolar. Terus kita kasih uang hasil jualan Rp 8 juta," lanjutnya.
Tak sampai di situ, pria mencurigakan tersebut juga mengaku uangnya tertinggal di mobil yang sedang parkir. Rifki pun diajak keluar untuk ikut serta mengambil uang.
"Sesampainya di luar saya disuruh untuk masuk ambil roti lagi di dalam. Katanya, nanti roti itu mau dikasih ke anak buahnya yang sedang jaga di Gambir. Pas saya datang lagi cari orang itu, ternyata sudah tidak ada lagi," jelasnya.
"Saya baru sadar kalau kena hipnotis," tutup Rifki.
[ian]
BERITA TERKAIT: